PANGLAWUNGAN.COM, TEGALBULEUD – 5 Agustus 2026 | Musim kemarau mulai menyapa Kabupaten Sukabumi! Wilayah selatan Sukabumi menjadi kawasan yang paling merasakan dampaknya karena mayoritas mengandalkan air hujan untuk mengairi sawah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menyebut ada sekitar 2.300 hektare sawah tadah hujan di Kecamatan Tegalbuleud yang kini masuk fase rawan kekeringan.
Solusi & Solusi Strategis dari Dinas Pertanian Sukabumi:
- Peralihan Pola Tanam: Petani diimbau tidak memaksakan menanam padi di lahan rawan air, melainkan beralih menanam komoditas hemat air seperti jagung dan kedelai.
- Pengajuan Bantuan Irigasi: Pemkab Sukabumi telah mengajukan usulan bantuan pompa air dan pembuatan sumur bor ke kementerian agar pasokan air ke sawah warga tetap terjaga.
“Lewat kolaborasi yang baik dan pemanfaatan teknologi pertanian, kami optimistis produksi pangan Sukabumi tetap aman meski kemarau sedang berlangsung,” ujar Aep Majmudin.
Bagi para petani di wilayah selatan Sukabumi, memanfaatkan musim kemarau dengan menanam palawija menjadi pilihan bijak agar lahan tetap produktif dan hasil panen tetap menguntungkan.
