Demi Petani Sejahtera: Wabup Andreas Serahkan 159 Alsintan, Ingatkan Pemanfaatan Subsidi Pupuk

PanglawunganNews.com, Sukabumi – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap kesejahteraan petani ditegaskan melalui penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 56 kelompok tani. Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, memimpin langsung Rapat Koordinasi pendistribusian dan pengelolaan alsintan di Aula Dinas Pertanian, Kamis (6/11/2025). Bantuan alsintan yang diserahkan meliputi 30 unit traktor dan 129 unit hand sprayer. Penyerahan ini bertujuan untuk mempercepat kerja petani dan meningkatkan hasil produksi di tengah upaya menjaga ketahanan pangan daerah. Wabup Andreas menyatakan bahwa perhatian pemerintah terhadap petani adalah hal fundamental, bukan hanya untuk mewujudkan kemandirian pangan, tetapi juga untuk menjamin kesejahteraan pelaku pertanian. “Pemerintah berkomitmen agar petani sejahtera, mulai dari alat, pupuk, hingga bibitnya. Kita semua harus terus mendukung para petani, karena dari merekalah sumber pangan yang kita konsumsi setiap hari,” tegas Wabup. H. Andreas juga secara khusus menyoroti perhatian dari pemerintah pusat, terutama melalui subsidi pupuk yang dinilai luar biasa besar, dan mengimbau petani agar subsidi tersebut dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab. Kepala Distan, Aep Majmudin, menambahkan bahwa pihaknya telah merampungkan data e-RDKK 2026 untuk pupuk bersubsidi, yang mencatat 208.405 petani terdaftar dengan NIK. “Data e-RDKK 2026 yang lebih selektif ini kami yakini sebagai langkah positif. Kami berharap petani yang terdaftar adalah mereka yang memang layak menerima, yakni benar-benar petani, menguasai lahan maksimal dua hektare, dan membutuhkan pupuk subsidi,” jelas Aep. Distan juga mengumumkan bahwa ratusan unit alsintan tambahan, termasuk traktor roda dua dan pompa air, akan segera didistribusikan ke kelompok tani dalam waktu dekat.

Lanjukan Membaca

Bangkitkan Semangat Petani: Distan Sukabumi Turun Langsung Mendampingi Korban Banjir Bandang

PanglawunganNews.com, Sukabumi – Bencana banjir bandang di Cisolok dan Cikakak yang terjadi pada Senin (27/10/2025) tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga melumpuhkan sektor pertanian. Menanggapi hal ini, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi langsung bergerak cepat melakukan monitoring dan pendampingan kepada petani yang sawahnya terdampak. Kepala Dinas Pertanian, Aep Majmudin, memimpin tim yang terdiri dari pejabat Distan, penyuluh dari BPP Cisolok dan Cikakak, serta POPT. Mereka turun ke Desa Cikahuripan, Cisolok, dan Cimaja (Cikakak) untuk melakukan verifikasi lapangan dan evaluasi tingkat kerusakan pada enam hektare sawah yang dilaporkan rusak. Aep Majmudin menekankan bahwa kerugian yang dialami petani karena tanaman padi yang rusak, namun pemulihan harus segera dilakukan. “Pemulihan sektor pertanian pascabencana tidak hanya soal memperbaiki lahan, tetapi juga mengembalikan semangat petani agar tetap produktif. Karena itu, kami akan terus hadir dan memberikan pendampingan, baik teknis maupun moral,” tegas Aep. Distan berjanji akan berupaya semaksimal mungkin membantu pemulihan, termasuk mengupayakan program bantuan benih dan mempercepat perbaikan saluran irigasi yang rusak akibat terjangan air. Di akhir kunjungannya, Aep Majmudin mengimbau masyarakat dan petani untuk selalu waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah selatan Sukabumi. Ia mengingatkan pentingnya mengikuti arahan penyuluh dan menjaga sistem drainase/irigasi.

Lanjukan Membaca

Komitmen Pemimpin Daerah: Bupati Asep Japar dan Kapolres Pimpin Apel Kesiapan Bencana di Palabuhanratu

PanglawunganNews.com, Palabuhanratu – Seluruh komponen keamanan dan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Alun-Alun Palabuhanratu pada Rabu (5/11/2025). Apel akbar ini dipimpin oleh Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, dan dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, Wakil Bupati H. Andreas, serta seluruh unsur Forkopimda dan para relawan. Kehadiran langsung Bupati dan unsur Forkopimda dalam pemeriksaan pasukan menunjukkan komitmen tinggi pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang mengancam Jawa Barat. Kapolres Samian menyampaikan bahwa apel serentak ini bertujuan memastikan personel dan seluruh sarana prasarana telah siap 100% untuk merespons cepat potensi bencana alam. Beliau menegaskan bahwa seluruh stakeholder harus bersinergi secara sigap dan cepat untuk menjamin keselamatan warga. Ancaman Banjir dan Longsor Meningkat Kesiapsiagaan ini sangat mendesak mengingat prediksi cuaca dari BMKG: Peningkatan curah hujan ini berisiko tinggi menimbulkan banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Oleh karena itu, seluruh unsur masyarakat dan pemerintah diminta memperkuat kesiapsiagaan di tingkat paling dasar. Pesan Tegas Bupati untuk Warga Sukabumi Mengakhiri acara, Bupati Sukabumi memberikan pesan motivasi dan ajakan kepada seluruh elemen yang terlibat dalam bahasa Sunda yang mendalam, menekankan pentingnya kepedulian bersama terhadap daerah: “SING NYAAH KA SUKABUMI, JAGA SUKABUMI, NYAAH KA KABUPATEN NA, OGE NYAAH KA WARGA NA!” (Sayangi Sukabumi, Jaga Sukabumi, Sayangi Kabupatennya, Juga Sayangi Warganya!) Slogan ini menjadi penutup yang menggarisbawahi komitmen untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga, sejalan dengan visi Sukabumi MUBARAKAH.

Lanjukan Membaca

Bappeda Jabar Dorong Formasi JF Perencanaan: Perencana Dituntut Gesit Hadapi Dinamika Anggaran Daerah

Bandung, PanglawunganNews.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Sekretariat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Validasi dan Finalisasi Permohonan Kebutuhan Formasi Jabatan Fungsional (JF) Perencanaan. Rakor yang dilaksanakan pada Senin (3/11/2025) ini membuka proses validasi untuk Pemkab Sukabumi, Subang, dan Bogor. Acara dibuka oleh Sekretaris Bappeda Jawa Barat, Lutfiandi, didampingi Ketua Kelompok Pengembangan Kebijakan dan Penyusunan Regulasi Perencanaan Pusbindiklatren Bappenas, Mohamad Ikhsan Maolana. Lutfiandi menggarisbawahi tantangan berat yang dihadapi JF Perencanaan di tahun-tahun mendatang. Selain harus beradaptasi dengan dokumen perencanaan yang sangat dinamis mengikuti arah kebijakan kepala daerah yang baru, perencana juga dihadapkan pada pengurangan dana transfer dari pusat di beberapa daerah. “Para perencana dituntut lebih gesit dan adaptif dalam mendukung pembangunan di setiap daerah. Mereka harus mampu menyusun strategi yang efektif di tengah dinamika anggaran yang semakin ketat,” amanat Lutfiandi. Meskipun menghadapi tantangan tersebut, komitmen untuk meningkatkan kualitas SDM JF Perencanaan terus didorong. Melalui fasilitasi dari Bappenas, kepastian jenjang karier dan formasi bagi para perencana daerah terus diupayakan untuk mendukung pengembangan profesionalisme mereka. Dari total target 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, Rakor ini menunjukkan progres positif. Hanya Kota Bekasi dan Kota Banjar yang dilaporkan belum merampungkan Validasi Formasi. Ditargetkan, kedua kota tersebut harus menyelesaikan proses validasi sebelum akhir Tahun 2025.

Lanjukan Membaca

Kolaborasi UI dan Warga Desa: Peta Partisipatif Sukabumi Jadi Kunci Mitigasi Bencana dan Desa Mandiri

PanglawunganNews.com, Sukabumi – Sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah terus diperkuat di Kabupaten Sukabumi. Departemen Geografi FMIPA Universitas Indonesia (UI) telah lama berperan aktif melalui program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan inisiatif pemetaan partisipatif yang dimulai sejak tahun 2012. Proyek ini bukan sekadar riset, tetapi merupakan upaya nyata untuk memberdayakan desa. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas teknis aparat desa dan masyarakat agar mampu melakukan pemetaan secara mandiri. Hal ini sejalan dengan tujuan untuk mendukung perencanaan pembangunan desa, terutama dalam aspek mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya lokal yang efektif. Menurut tim pelaksana, proyek ini menghasilkan produk penting berupa peta potensi desa skala 1:5.000 serta buku kajian komprehensif mengenai kondisi geologi, hidrologi, dan sosial ekonomi desa. “Prosesnya sangat melibatkan warga. Kami memanfaatkan citra satelit resolusi tinggi, lalu tim turun langsung melakukan validasi lapangan. Outputnya berupa peta yang sangat detail (by name by address),” jelas tim riset. Manfaat Peta Bagi Warga: Kolaborasi ini menunjukkan komitmen Pemkab Sukabumi untuk bekerja sama dengan Perguruan Tinggi dalam memanfaatkan ilmu geospasial demi terciptanya perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, berbasis potensi, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Lanjukan Membaca

Dari Resolusi Jihad Hingga Aksi Sosial: Hari Santri 2025 Menegaskan Peran Garda Terdepan Bangsa

Sukabumi – Peringatan Hari Santri 2025 kembali mengangkat narasi historis peran santri dalam sejarah kemerdekaan hingga kontribusi nyata mereka di masa kini. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, melalui laporannya dalam Ithlaq, menggarisbawahi tema peringatan tahun ini: “Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia,” yang berakar kuat dari sejarah perjuangan. Amien Suyitno menegaskan bahwa peran santri telah terukir sejak awal berdirinya bangsa, dengan Resolusi Jihad 10 November 1945 sebagai bukti monumental. Ia menyebutkan bahwa banyak orientalis pun mengakui peran sentral pesantren dalam membentuk fondasi pendidikan dan peradaban di Nusantara. “Hampir semua orientalis mengakui peran pesantren dalam membangun pendidikan dan peradaban di Indonesia,” kata Amien Suyitno. Inklusivitas dan Adaptasi Budaya menjadi ciri khas pesantren yang disoroti. Lembaga ini dianggap sukses dalam beradaptasi dengan budaya lokal maupun global tanpa kehilangan identitas keislaman mereka. Perayaan Hari Santri tahun ini pun dirancang lebih inklusif, melibatkan partisipasi pesantren dari Sabang hingga Merauke, mulai dari Sumatera hingga Sulawesi. Peringatan Hari Santri 2025 tidak berhenti pada seremonial, tetapi diwarnai oleh aksi sosial yang berdampak nyata. Kegiatan seperti cek kesehatan gratis dan program penguatan ekonomi umat digalakkan, menunjukkan komitmen santri untuk berinteraksi langsung dengan kebutuhan masyarakat. Secara keseluruhan, Hari Santri 2025 merupakan penegasan kembali bahwa santri adalah garda depan dalam tiga pilar utama bangsa: menjaga NKRI, membangun moderasi beragama, serta melahirkan generasi yang kaya ilmu dan cinta tanah air. Dari semangat Resolusi Jihad 1945, santri diproyeksikan terus membawa Indonesia menuju peradaban dunia 2045.

Lanjukan Membaca

Bappelitbangda Sukabumi Inisiasi FGD, Perkuat Sinergi Riset Dukung Pembangunan Berbasis Bukti

Sukabumi – Dalam rangka memajukan ekosistem riset dan inovasi daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) strategis. Acara ini melibatkan berbagai institusi pendidikan tinggi yang telah menjalin kemitraan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini berfungsi sebagai platform kolaborasi penting yang mempertemukan unsur Pemerintah Daerah, Lembaga Riset, dan Perguruan Tinggi. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem riset yang berkelanjutan serta membangun sistem manajemen pengetahuan yang efektif guna mendukung perumusan kebijakan pembangunan yang didasarkan pada bukti (evidence-based policy). Dihadiri Kampus Nasional dan Lokal FGD ini menarik partisipasi aktif dari Tim Riset dan Inovasi dari berbagai kampus terkemuka, baik negeri maupun swasta. Institusi yang hadir antara lain: Para peserta berdiskusi intensif mengenai pemanfaatan temuan-temuan riset untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah. Selain itu, mereka berbagi pandangan tentang bagaimana kolaborasi ini dapat memicu lahirnya inovasi yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Melalui pertemuan ini, harapan besar diletakkan pada terjalinnya sinergi yang lebih solid antara Pemkab dan akademisi dalam mewujudkan kebijakan yang benar-benar berbasiskan hasil penelitian. Langkah proaktif ini menegaskan komitmen Kabupaten Sukabumi untuk terus memperkuat kemitraan Riset dan Inovasi. Tujuannya tidak lain adalah menciptakan pembangunan yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi daerah untuk mewujudkan Sukabumi MUBARAKAH (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah).

Lanjukan Membaca

Edukasi pengenalan Pariwisata Desa Wisata Hanjeli

Hidayat Asep – Kunjungan dari Sahabat KTH/ KWT Nurul Amal dan tim Jayawangi Frm dari Kecmatan Kalapanunggal ke Desa Wisata Hanjeli kaitan Edukasi pengenalan Pariwisata.Saya terharu terhadap semangat timnya yg luar biasa. Selain anak muda ada emak2 yg tetap setia mengikuti rangkaian kegiatan di Desa Wisata Hanjeli sambil belajar kembali dan nostalgia kearifan lokal Hanjeli.Diskusinya semakin seru dan intens tentang roadmap serta pengembangan daerah. Selain luka dan likunya kita betul2 harus memahami peta permaslahan yg ada serta memahami analisis secara komprehensif bisa melalui Analisi SWOT sehingga kita memiliki perencanaan dan pemetaan yg matang .Alhamdllah, sekarang dari daerah kelompok lokal dari Sukabumi sudah berkunjung ke Desa Wisata Hanjeli. sekarang kita menunggu kunjungan yg lainnya dari berbagai kelompok, instansi, komunitas dan kepemudaan agar bisa mengenal tentang pemahaman pariwisata di Sukabumi.Secara Pribadi saya berharap Sekolah2 terdekat di Wilayah Sukabumi bisa diarahkan untuk edukasi ke Desa Wisata Hanjeli lewat Dinas Pendidikan dan rekomendasi Dinas Pariwisata Sukabumi..Salam hangat dari anak Desa..

Lanjukan Membaca

Penataan Geopark Information Center (GIC)

Penataan Geopark Information Center (GIC) kini dilakukan untuk memperkuat perannya sebagai pusat informasi dan destinasi wisata. Melalui desain yang lebih representatif dan fasilitas yang lengkap, GIC diharapkan menjadi ruang strategis bagi wisatawan untuk memperoleh informasi, mengenal potensi daerah, serta menikmati pengalaman wisata yang berkesan

Lanjukan Membaca

Curug Cihideung Sukabumi Bersiap Bangkit: Air Terjun Kembar di Tengah Panorama Pegunungan

Sukabumi – Curug Cihideung, sebuah permata alam yang menawan di Kampung Cigembong, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, bersiap untuk mengulang kejayaannya. Setelah sempat menjadi destinasi populer, jumlah pengunjung air terjun ini sempat menurun pasca-pandemi COVID-19. Namun, pada tahun 2025 ini, pemerintah desa mulai melakukan upaya revitalisasi dan penataan ulang agar kawasan ini kembali menarik dan nyaman bagi wisatawan. Keistimewaan Air Terjun Kembar Keunikan utama Curug Cihideung terletak pada konfigurasi air terjunnya. Tempat ini menampilkan dua buah air terjun yang berdiri berdampingan, hanya berjarak sekitar lima meter satu sama lain, dengan ketinggian yang mengesankan, mencapai sekitar 80 meter. Air yang mengalir berasal dari dua sumber berbeda, yaitu Sungai Cihideung dan Sungai Cigembong. Selain itu, lokasi ini menyuguhkan pemandangan alam perbukitan, hamparan kebun pinus, serta udara pegunungan Sukabumi yang segar dan khas, menjadikannya pelarian sempurna dari hiruk pikuk kota. Aksesibilitas dan Jalur Petualangan Pengunjung yang ingin mencapai Curug Cihideung dapat memilih dua rute utama dari Kota Sukabumi: melalui jalur Purabaya (sekitar 50 km) atau Sagaranten (sekitar 65 km). Setibanya di Kantor Desa Sindangraja, perjalanan dilanjutkan sejauh kurang lebih dua kilometer melalui jalan makadam dan tanah di area perkebunan. Petualangan sesungguhnya dimulai dengan menuruni bukit menggunakan 237 anak tangga. Meskipun jalurnya tergolong menantang, terutama saat musim hujan, panorama alam yang ditawarkan sepanjang perjalanan—termasuk sawah terasiring yang hijau—menjadikannya pengalaman trekking yang sangat berharga bagi penggemar wisata alam dan tantangan. Ketenangan di Bawah Curahan Air Di dasar air terjun, Curug Cihideung menyajikan suasana yang tenang dan damai. Suara gemercik air yang jatuh berpadu dengan hamparan batu-batu besar yang ideal untuk tempat beristirahat dan bersantai. Lokasi ini menjadi favorit bagi pengunjung untuk menikmati ketenangan alam, berfoto dengan latar belakang eksotis, atau sekadar menenangkan diri di tepi sungai. Komitmen Revitalisasi untuk Ekonomi Lokal Kepala Desa Sindangraja, Bapak Anggi, menyatakan bahwa pihaknya bersama DPRD Sukabumi memiliki komitmen kuat untuk menghidupkan kembali Curug Cihideung sebagai aset desa wisata unggulan. “Penataan ulang yang kami lakukan mencakup perbaikan infrastruktur akses, peningkatan fasilitas, dan promosi yang lebih gencar. Harapannya, wisatawan akan kembali berbondong-bondong untuk menikmati keindahan alam Curug Cihideung,” jelas Anggi. Dengan potensi alam yang luar biasa, Curug Cihideung diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata utama Sukabumi yang dapat menarik lebih banyak wisatawan dan pada akhirnya, mendorong pertumbuhan ekonomi positif bagi masyarakat lokal. Bagi mereka yang mendambakan ketenangan dan keindahan alam khas Sukabumi, Curug Cihideung patut masuk dalam daftar kunjungan. Disarankan untuk mempersiapkan kondisi fisik dan perlengkapan trekking yang memadai demi keselamatan dan kenyam

Lanjukan Membaca