Curug Cihideung Sukabumi Bersiap Bangkit: Air Terjun Kembar di Tengah Panorama Pegunungan

Sukabumi – Curug Cihideung, sebuah permata alam yang menawan di Kampung Cigembong, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, bersiap untuk mengulang kejayaannya. Setelah sempat menjadi destinasi populer, jumlah pengunjung air terjun ini sempat menurun pasca-pandemi COVID-19. Namun, pada tahun 2025 ini, pemerintah desa mulai melakukan upaya revitalisasi dan penataan ulang agar kawasan ini kembali menarik dan nyaman bagi wisatawan. Keistimewaan Air Terjun Kembar Keunikan utama Curug Cihideung terletak pada konfigurasi air terjunnya. Tempat ini menampilkan dua buah air terjun yang berdiri berdampingan, hanya berjarak sekitar lima meter satu sama lain, dengan ketinggian yang mengesankan, mencapai sekitar 80 meter. Air yang mengalir berasal dari dua sumber berbeda, yaitu Sungai Cihideung dan Sungai Cigembong. Selain itu, lokasi ini menyuguhkan pemandangan alam perbukitan, hamparan kebun pinus, serta udara pegunungan Sukabumi yang segar dan khas, menjadikannya pelarian sempurna dari hiruk pikuk kota. Aksesibilitas dan Jalur Petualangan Pengunjung yang ingin mencapai Curug Cihideung dapat memilih dua rute utama dari Kota Sukabumi: melalui jalur Purabaya (sekitar 50 km) atau Sagaranten (sekitar 65 km). Setibanya di Kantor Desa Sindangraja, perjalanan dilanjutkan sejauh kurang lebih dua kilometer melalui jalan makadam dan tanah di area perkebunan. Petualangan sesungguhnya dimulai dengan menuruni bukit menggunakan 237 anak tangga. Meskipun jalurnya tergolong menantang, terutama saat musim hujan, panorama alam yang ditawarkan sepanjang perjalanan—termasuk sawah terasiring yang hijau—menjadikannya pengalaman trekking yang sangat berharga bagi penggemar wisata alam dan tantangan. Ketenangan di Bawah Curahan Air Di dasar air terjun, Curug Cihideung menyajikan suasana yang tenang dan damai. Suara gemercik air yang jatuh berpadu dengan hamparan batu-batu besar yang ideal untuk tempat beristirahat dan bersantai. Lokasi ini menjadi favorit bagi pengunjung untuk menikmati ketenangan alam, berfoto dengan latar belakang eksotis, atau sekadar menenangkan diri di tepi sungai. Komitmen Revitalisasi untuk Ekonomi Lokal Kepala Desa Sindangraja, Bapak Anggi, menyatakan bahwa pihaknya bersama DPRD Sukabumi memiliki komitmen kuat untuk menghidupkan kembali Curug Cihideung sebagai aset desa wisata unggulan. “Penataan ulang yang kami lakukan mencakup perbaikan infrastruktur akses, peningkatan fasilitas, dan promosi yang lebih gencar. Harapannya, wisatawan akan kembali berbondong-bondong untuk menikmati keindahan alam Curug Cihideung,” jelas Anggi. Dengan potensi alam yang luar biasa, Curug Cihideung diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata utama Sukabumi yang dapat menarik lebih banyak wisatawan dan pada akhirnya, mendorong pertumbuhan ekonomi positif bagi masyarakat lokal. Bagi mereka yang mendambakan ketenangan dan keindahan alam khas Sukabumi, Curug Cihideung patut masuk dalam daftar kunjungan. Disarankan untuk mempersiapkan kondisi fisik dan perlengkapan trekking yang memadai demi keselamatan dan kenyam

Lanjukan Membaca

Opak Jampang Kulon: Jajanan Legendaris Sukabumi yang Manis dan Gurih

Sukabumi – Bagi wisatawan yang melintas atau mengunjungi destinasi di sekitar Kabupaten Sukabumi, khususnya wilayah selatan, ada satu camilan khas yang selalu menjadi buruan: Opak Jampang Kulon. Makanan tradisional dari Kecamatan Jampang Kulon ini terkenal sebagai oleh-oleh khas daerah tersebut. Opak Jampang Kulon merupakan penganan khas yang dibuat dari bahan dasar beras ketan dan pemanis alami gula merah. Kerajinan pangan lokal ini kini semakin populer, tidak hanya di Sukabumi, namun juga dikenal luas di berbagai penjuru Indonesia. Cita rasa khasnya yang manis, gurih, dan renyah membuatnya disukai oleh segala usia. Keberadaan Opak ini sendiri telah mendarah daging dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat selama puluhan tahun. Produk ini kini tidak hanya ditemukan di pasar-pasar tradisional, tetapi juga mulai mengisi etalase toko oleh-oleh modern dan memanfaatkan platform pemasaran digital. Mempertahankan Resep Leluhur Selama Dua Dekade Kami berkesempatan berbincang dengan salah satu pembuat opak di Desa Jampang Kulon, Ibu Sanah (45 tahun), yang telah menekuni usaha ini selama lebih dari 25 tahun. “Opak Jampang kami dikenal lebih renyah dan rasa manisnya pas. Kami juga punya varian rasa asin gurih selain yang manis,” jelas Bu Sanah. “Kami masih menggunakan resep yang diturunkan turun-temurun dari nenek moyang. Bahan baku utama, seperti beras ketan pilihan dan gula merah asli, menjamin rasanya tetap alami dan autentik.” Mengenai proses pembuatannya, Bu Sanah menjelaskan bahwa mereka masih mengandalkan cara yang manual dan tradisional. Tahapannya meliputi pencucian beras ketan, penggilingan, pencampuran adonan dengan gula merah cair, kemudian dicetak, dan dijemur di bawah sinar matahari. “Meskipun prosesnya cukup melelahkan, kami harus mempertahankan metode tradisional ini demi menjaga konsistensi kualitas Opak,” tambahnya. Tantangan terbesar yang dihadapi dalam bisnis ini adalah menjaga kesamaan rasa dan bentuk produk dari waktu ke waktu, sekaligus bersaing dengan produk camilan modern yang memiliki proses produksi lebih cepat. Namun, Bu Sanah menegaskan bahwa cita rasa tradisional yang kuat membuat pelanggan setianya selalu kembali. Strategi Pengembangan dan Pemasaran Digital Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, pengrajin Opak Jampang Kulon mulai berinovasi. “Saat ini, kami sudah mulai menggunakan kemasan yang lebih modern agar terlihat lebih higienis dan menarik. Selain itu, kami aktif berpromosi melalui media sosial sehingga produk ini makin dikenal. Bahkan, kami sudah menerima pesanan dari luar kota,” tutupnya dengan antusias. Opak Jampang Kulon lebih dari sekadar makanan ringan; ia adalah warisan budaya yang dijaga dengan gigih oleh para pengrajin lokal. Diharapkan, dengan dukungan berkelanjutan, produk ini akan terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi positif bagi komunitas Jampang Kulon.

Lanjukan Membaca

Sparks Forest Adventure Nagrak, Surga Petualangan Baru di Hutan Sukabumi

Sukabumi, Jawa Barat – Pecinta alam dan penggemar petualangan kini memiliki destinasi baru yang wajib dikunjungi: Sparks Forest Adventure di Nagrak. Terletak strategis di kawasan hutan hijau yang rimbun di Jl. Nagrak Cisarua, yang berbatasan dengan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, tempat wisata ini menyuguhkan kombinasi sempurna antara tantangan outdoor dan panorama alam yang memanjakan mata. Lokasi yang semula tersembunyi ini kini semakin mudah dijangkau. Berkat dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, akses jalan menuju Sparks Forest Adventure telah diperbaiki secara signifikan dengan lapisan beton dan aspal yang mulus. Hal ini tentu menjamin kenyamanan maksimal bagi setiap wisatawan yang berencana berlibur ke salah satu permata tersembunyi Kabupaten Sukabumi ini. Di Sparks Forest Adventure, pengunjung dapat menguji adrenalin dengan berbagai kegiatan menarik. Fasilitas yang tersedia antara lain lintasan flying fox yang memacu jantung, jembatan gantung yang melintasi kanopi pohon, serta serangkaian rintangan di atas pepohonan yang cocok untuk kegiatan keluarga maupun gathering komunitas. Selain wahana utama, pengelola juga menyiapkan area bersantai dan spot foto yang Instagramable. Latar belakang hutan yang alami dan udara yang sejuk menyegarkan membuat setiap momen liburan di sini terasa istimewa dan layak diabadikan. Perpaduan antara keindahan alam Kecamatan Nagrak yang autentik dengan fasilitas petualangan yang lengkap menjadikan Sparks Forest Adventure sebagai tempat yang ideal untuk melepaskan kepenatan dari rutinitas harian. Bagi wisatawan yang mencari sensasi liburan yang berbeda dan berkesan, Sparks Forest Adventure di Nagrak adalah pilihan yang tidak boleh dilewatkan.

Lanjukan Membaca