LIBURAN SERU DI DE’ TANI WATERPARK: BISA MAIN AIR, MANDI BUSA, HINGGA BELAJAR BERKEBUN!

PanglawunganNews.com – Sukabumi – Sabtu, 21 Februari 2026 SUKABUMI – Bingung cari tempat liburan yang seru buat si kecil tapi tetap hemat di kantong? De’ Tani Waterpark Sukabumi bisa jadi jawabannya! Destinasi yang lagi hits di Sukamekar, Sukaraja ini punya fasilitas lengkap mulai dari kolam mandi busa yang seru sampai area healing dengan udara segar. Cuma dengan tiket masuk Rp20.000 (Weekday) atau Rp25.000 (Weekend), kamu sudah bisa menikmati suasana asri dan wahana air yang seru. Kalau mau ajak anak belajar, ada juga Paket Eduwisata mulai dari Rp20.000-an saja. Cocok banget buat acara sekolah atau piknik keluarga besar!

Lanjukan Membaca

WISATA PETIK MANGGIS DI BATUNUGGUL: TEMPAT CHILL TERBARU DI CIKEMBAR YANG WAJIB DIKUNJUNGI!

PanglawunganNews.com – Sukabumi – Sabtu, 21 Februari 2026 SUKABUMI – Cari tempat healing yang asri dan beda dari biasanya? Coba melipir ke Dusun Batunuggul, Desa Bojong, Cikembar. Di sana ada Agrowisata Kebun Manggis yang menawarkan pemandangan perbukitan hijau nan sejuk serta pengalaman seru makan buah manggis langsung dari pohonnya. Di sini, pengunjung bisa bersantai di saung-saung bambu yang estetik sambil menikmati kopi di tengah hamparan pohon manggis yang tertata rapi. Lokasinya yang berada di dataran tinggi membuat udaranya sangat segar, cocok untuk melepas penat di akhir pekan bersama keluarga atau teman-teman. Tak hanya sekadar berfoto, Anda juga bisa belajar langsung cara merawat pohon manggis dari para petani ramah di sana. Agrowisata ini membuktikan bahwa main ke kebun pun bisa jadi kegiatan yang keren dan edukatif.

Lanjukan Membaca

AKSES JALAN MULAI DIPERBAIKI, CURUG PAREANG SIAP JADI DESTINASI UNGGULAN JAMPANGTENGAH

PanglawunganNews.com – Jampangtengah, Sukabumi – Jumat, 23 Januari 2026 JAMPANGTENGAH – Kabar baik bagi para pencinta wisata alam. Pemerintah setempat mulai serius melirik potensi Curug Pareang sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi. Saat ini, upaya penataan mulai terlihat dengan adanya perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 2,5 kilometer menuju lokasi air terjun. Curug Pareang memiliki daya tarik yang sulit ditemukan di tempat lain, yakni delapan tingkat undakan air terjun dengan hamparan bebatuan yang luas. Panorama ini tetap menjadi magnet wisatawan meski sarana dan prasarana di lokasi masih dalam tahap pengembangan. Masyarakat dan penggiat wisata berharap pemerintah melalui Dinas Pariwisata dapat memberikan perhatian lebih, terutama pada pembangunan akses jalan yang lebih mumpuni serta fasilitas penunjang lainnya. “Potensi Curug Pareang sangat luar biasa. Jika ditata dengan baik, ini akan meningkatkan ekonomi warga desa melalui sektor pariwisata. Kami berharap pengembangan ini terus berlanjut demi mewujudkan Sukabumi Mubarakah yang berdaya saing,” ujar tokoh masyarakat setempat. Dengan perbaikan infrastruktur yang tengah berjalan, Curug Pareang diharapkan mampu bertransformasi dari sekadar “harta karun tersembunyi” menjadi destinasi profesional yang mampu menyedot kunjungan wisatawan mancanegara.

Lanjukan Membaca

WISATA MURAH MERIAH! HANYA 10 RIBU, NIKMATI KEINDAHAN AIR TERJUN BIRU DI CURUG LARANGAN

PanglawunganNews.com – Ciemas, Sukabumi – Jumat, 23 Januari 2026 CIEMAS – Ingin liburan yang menyegarkan namun ramah di kantong? Curug Larangan di Desa Girimukti bisa menjadi pilihan utama. Dengan tiket masuk hanya Rp10.000, wisatawan sudah bisa menikmati kemegahan air terjun setinggi 50 meter yang terletak di kawasan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Akses menuju lokasi ini akan membawa Anda menembus hutan yang masih lebat hingga tiba di depan kolam alami yang jernih. Berikut adalah rincian biaya dan jam operasional Curug Larangan: Tips Berkunjung: Bagi Anda yang ingin camping santai di siang hari, disarankan membawa tikar atau alas yang tebal karena area bibir kolam didominasi oleh bebatuan. Pastikan kendaraan terparkir dengan aman di Kampung Cisaar sebelum melanjutkan perjalanan kaki menuju titik air terjun. Tetap jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan agar keasrian Curug Larangan tetap terjaga sebagai bagian dari kebanggaan Sukabumi Mubarakah.

Lanjukan Membaca

Ajak Anak Liburan Sambil Belajar di Indo Natural Farm Sukabumi! Bisa Perah Susu Kambing, Tiket Cuma Rp10 Ribu Lho!

SUKABUMI, Panglawunganews.id – Cari tempat liburan yang enggak cuma seru tapi juga nambah ilmu? Wajib banget cobain Indo Natural Farm di Kampung Cijambe Girang, Sukabumi! Tempat ini punya jargon agro eduwisata yang beneran bikin betah dan nyaman, apalagi udaranya yang sejuk dan asri. Harga tiketnya murah meriah, cuma Rp 10.000 per orang! Worth it banget, karena di sini kita bisa melakukan banyak kegiatan hands-on atau praktik langsung: Pengalaman Beternak dan Berkebun Fun Di Indo Natural Farm, kamu enggak cuma lihat-lihat, tapi juga bisa ikutan: Tiket Bisa Ditukar Es Krim! Nah, ini yang paling asik! Tiket masuk kamu yang Rp 10.000 itu bisa kamu tukarkan dengan hasil olahan susu kambing, lho. Pilihannya ada susu segar, es krim, atau yogurt susu kambing. Dijamin seger dan sehat! Suasana tempatnya didukung gazebo yang nyaman buat istirahat, jadi orang tua pendamping bisa santai sambil mengawasi anak-anak bermain dan belajar. Menurut pengelola, saking favoritnya, Indo Natural Farm bisa dikunjungi hingga 1.000 wisatawan setiap hari libur! Jadi, kalau kamu mencari wisata yang mendidik, menyenangkan, dan ramah kantong, Indo Natural Farm jawabannya!

Lanjukan Membaca

Lagodeh! Kenalan Sama Si Ciwang/Teci Khas Jampang Kulon yang Dijual Tiap Hari, Saus Kacangnya Bikin Nagih!

SUKABUMI, Panglawungannews.id – Buat kamu pecinta makanan tradisional Sunda, pasti sudah familiar dengan Ciwang atau Teci. Nah, di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, snack kenyal berbahan dasar tepung sagu aren ini punya panggilan keren nan unik: Lagodeh! Meskipun namanya berbeda, daya tarik Lagodeh tetap sama: teksturnya yang lembut dan menggumpal seperti agar-agar, disajikan dengan siraman saus kacang yang pedasnya bisa diatur sesuai lidah kita. Rahasia Kenyal dan Gurih Lagodeh Membuat Lagodeh ini gampang-gampang susah. Kuncinya ada pada tepung sagu yang dicampur dengan bumbu gurih seperti irisan bawang daun dan bawang merah goreng. Adonan ini dimasak sampai kental dan menggumpal, lalu didinginkan selama kurang lebih 25 menit sampai benar-benar mengeras. Setelah dipotong-potong, barulah jeroan Lagodeh ini siap bertemu jodohnya: Saus Kacang. Saos kacangnya sendiri bisa divariasikan level pedasnya, dari normal sampai super pedas. Biar tambah wangi dan segar, seringkali penjual menambahkan irisan daun jeruk purut—ini dia yang bikin Lagodeh Jampang Kulon makin spesial! Lagodeh: Bukan Cuma Musiman! Uniknya, kalau di banyak daerah Ciwang/Teci ini cuma nongol saat bulan Ramadan tiba, di Jampang Kulon kamu bisa hunting Lagodeh setiap hari! Para penjual Lagodeh di Jampang Kulon menjajakannya dengan variasi porsi dan harga yang bisa kamu pilih. Jadi, kalau lagi main ke Jampang, jangan lupa cari Lagodeh dan rasakan sensasi kuliner lokal yang melegenda ini!

Lanjukan Membaca

Edukasi pengenalan Pariwisata Desa Wisata Hanjeli

Hidayat Asep – Kunjungan dari Sahabat KTH/ KWT Nurul Amal dan tim Jayawangi Frm dari Kecmatan Kalapanunggal ke Desa Wisata Hanjeli kaitan Edukasi pengenalan Pariwisata.Saya terharu terhadap semangat timnya yg luar biasa. Selain anak muda ada emak2 yg tetap setia mengikuti rangkaian kegiatan di Desa Wisata Hanjeli sambil belajar kembali dan nostalgia kearifan lokal Hanjeli.Diskusinya semakin seru dan intens tentang roadmap serta pengembangan daerah. Selain luka dan likunya kita betul2 harus memahami peta permaslahan yg ada serta memahami analisis secara komprehensif bisa melalui Analisi SWOT sehingga kita memiliki perencanaan dan pemetaan yg matang .Alhamdllah, sekarang dari daerah kelompok lokal dari Sukabumi sudah berkunjung ke Desa Wisata Hanjeli. sekarang kita menunggu kunjungan yg lainnya dari berbagai kelompok, instansi, komunitas dan kepemudaan agar bisa mengenal tentang pemahaman pariwisata di Sukabumi.Secara Pribadi saya berharap Sekolah2 terdekat di Wilayah Sukabumi bisa diarahkan untuk edukasi ke Desa Wisata Hanjeli lewat Dinas Pendidikan dan rekomendasi Dinas Pariwisata Sukabumi..Salam hangat dari anak Desa..

Lanjukan Membaca

Penataan Geopark Information Center (GIC)

Penataan Geopark Information Center (GIC) kini dilakukan untuk memperkuat perannya sebagai pusat informasi dan destinasi wisata. Melalui desain yang lebih representatif dan fasilitas yang lengkap, GIC diharapkan menjadi ruang strategis bagi wisatawan untuk memperoleh informasi, mengenal potensi daerah, serta menikmati pengalaman wisata yang berkesan

Lanjukan Membaca

Curug Cihideung Sukabumi Bersiap Bangkit: Air Terjun Kembar di Tengah Panorama Pegunungan

Sukabumi – Curug Cihideung, sebuah permata alam yang menawan di Kampung Cigembong, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, bersiap untuk mengulang kejayaannya. Setelah sempat menjadi destinasi populer, jumlah pengunjung air terjun ini sempat menurun pasca-pandemi COVID-19. Namun, pada tahun 2025 ini, pemerintah desa mulai melakukan upaya revitalisasi dan penataan ulang agar kawasan ini kembali menarik dan nyaman bagi wisatawan. Keistimewaan Air Terjun Kembar Keunikan utama Curug Cihideung terletak pada konfigurasi air terjunnya. Tempat ini menampilkan dua buah air terjun yang berdiri berdampingan, hanya berjarak sekitar lima meter satu sama lain, dengan ketinggian yang mengesankan, mencapai sekitar 80 meter. Air yang mengalir berasal dari dua sumber berbeda, yaitu Sungai Cihideung dan Sungai Cigembong. Selain itu, lokasi ini menyuguhkan pemandangan alam perbukitan, hamparan kebun pinus, serta udara pegunungan Sukabumi yang segar dan khas, menjadikannya pelarian sempurna dari hiruk pikuk kota. Aksesibilitas dan Jalur Petualangan Pengunjung yang ingin mencapai Curug Cihideung dapat memilih dua rute utama dari Kota Sukabumi: melalui jalur Purabaya (sekitar 50 km) atau Sagaranten (sekitar 65 km). Setibanya di Kantor Desa Sindangraja, perjalanan dilanjutkan sejauh kurang lebih dua kilometer melalui jalan makadam dan tanah di area perkebunan. Petualangan sesungguhnya dimulai dengan menuruni bukit menggunakan 237 anak tangga. Meskipun jalurnya tergolong menantang, terutama saat musim hujan, panorama alam yang ditawarkan sepanjang perjalanan—termasuk sawah terasiring yang hijau—menjadikannya pengalaman trekking yang sangat berharga bagi penggemar wisata alam dan tantangan. Ketenangan di Bawah Curahan Air Di dasar air terjun, Curug Cihideung menyajikan suasana yang tenang dan damai. Suara gemercik air yang jatuh berpadu dengan hamparan batu-batu besar yang ideal untuk tempat beristirahat dan bersantai. Lokasi ini menjadi favorit bagi pengunjung untuk menikmati ketenangan alam, berfoto dengan latar belakang eksotis, atau sekadar menenangkan diri di tepi sungai. Komitmen Revitalisasi untuk Ekonomi Lokal Kepala Desa Sindangraja, Bapak Anggi, menyatakan bahwa pihaknya bersama DPRD Sukabumi memiliki komitmen kuat untuk menghidupkan kembali Curug Cihideung sebagai aset desa wisata unggulan. “Penataan ulang yang kami lakukan mencakup perbaikan infrastruktur akses, peningkatan fasilitas, dan promosi yang lebih gencar. Harapannya, wisatawan akan kembali berbondong-bondong untuk menikmati keindahan alam Curug Cihideung,” jelas Anggi. Dengan potensi alam yang luar biasa, Curug Cihideung diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata utama Sukabumi yang dapat menarik lebih banyak wisatawan dan pada akhirnya, mendorong pertumbuhan ekonomi positif bagi masyarakat lokal. Bagi mereka yang mendambakan ketenangan dan keindahan alam khas Sukabumi, Curug Cihideung patut masuk dalam daftar kunjungan. Disarankan untuk mempersiapkan kondisi fisik dan perlengkapan trekking yang memadai demi keselamatan dan kenyam

Lanjukan Membaca

Opak Jampang Kulon: Jajanan Legendaris Sukabumi yang Manis dan Gurih

Sukabumi – Bagi wisatawan yang melintas atau mengunjungi destinasi di sekitar Kabupaten Sukabumi, khususnya wilayah selatan, ada satu camilan khas yang selalu menjadi buruan: Opak Jampang Kulon. Makanan tradisional dari Kecamatan Jampang Kulon ini terkenal sebagai oleh-oleh khas daerah tersebut. Opak Jampang Kulon merupakan penganan khas yang dibuat dari bahan dasar beras ketan dan pemanis alami gula merah. Kerajinan pangan lokal ini kini semakin populer, tidak hanya di Sukabumi, namun juga dikenal luas di berbagai penjuru Indonesia. Cita rasa khasnya yang manis, gurih, dan renyah membuatnya disukai oleh segala usia. Keberadaan Opak ini sendiri telah mendarah daging dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat selama puluhan tahun. Produk ini kini tidak hanya ditemukan di pasar-pasar tradisional, tetapi juga mulai mengisi etalase toko oleh-oleh modern dan memanfaatkan platform pemasaran digital. Mempertahankan Resep Leluhur Selama Dua Dekade Kami berkesempatan berbincang dengan salah satu pembuat opak di Desa Jampang Kulon, Ibu Sanah (45 tahun), yang telah menekuni usaha ini selama lebih dari 25 tahun. “Opak Jampang kami dikenal lebih renyah dan rasa manisnya pas. Kami juga punya varian rasa asin gurih selain yang manis,” jelas Bu Sanah. “Kami masih menggunakan resep yang diturunkan turun-temurun dari nenek moyang. Bahan baku utama, seperti beras ketan pilihan dan gula merah asli, menjamin rasanya tetap alami dan autentik.” Mengenai proses pembuatannya, Bu Sanah menjelaskan bahwa mereka masih mengandalkan cara yang manual dan tradisional. Tahapannya meliputi pencucian beras ketan, penggilingan, pencampuran adonan dengan gula merah cair, kemudian dicetak, dan dijemur di bawah sinar matahari. “Meskipun prosesnya cukup melelahkan, kami harus mempertahankan metode tradisional ini demi menjaga konsistensi kualitas Opak,” tambahnya. Tantangan terbesar yang dihadapi dalam bisnis ini adalah menjaga kesamaan rasa dan bentuk produk dari waktu ke waktu, sekaligus bersaing dengan produk camilan modern yang memiliki proses produksi lebih cepat. Namun, Bu Sanah menegaskan bahwa cita rasa tradisional yang kuat membuat pelanggan setianya selalu kembali. Strategi Pengembangan dan Pemasaran Digital Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, pengrajin Opak Jampang Kulon mulai berinovasi. “Saat ini, kami sudah mulai menggunakan kemasan yang lebih modern agar terlihat lebih higienis dan menarik. Selain itu, kami aktif berpromosi melalui media sosial sehingga produk ini makin dikenal. Bahkan, kami sudah menerima pesanan dari luar kota,” tutupnya dengan antusias. Opak Jampang Kulon lebih dari sekadar makanan ringan; ia adalah warisan budaya yang dijaga dengan gigih oleh para pengrajin lokal. Diharapkan, dengan dukungan berkelanjutan, produk ini akan terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi positif bagi komunitas Jampang Kulon.

Lanjukan Membaca